Rabu, 03 Maret 2010

Depresiasi Aktiva Tetap

Depresiasi (Penyusutan Aktiva Berwujud)
Oleh : Stiady Chilla
Universitas Gunadarma
Depresiasi (Penyusutan)
Depresiasi adalah sebagian dari Harga perolehan suatu aktiva berwujud yang dialokasikan atau diakui sebagai biaya baik setiap tahun atau setiap bulan setiap periode akuntansi
Menurut Psak No. 17 depresiasi adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi yang akan dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Alasan kenapa aktiva tetap disusutkan :
Digunakan lebih dari 1 periode akuntansi
Memiliki masa manfaat yang terbatas
Dimiliki oleh suatu perusahaan dengan tujuan untuk memproduksi barang atau jasa, memasok barang atau jasa, disewakan, atau untuk administrasi kantor.
Faktor – factor yang mempengaruhi biaya depresiasi :
Harga perolehan (HP)
Adalah uang yang dikeluarkan atau hutang yang timbul dan semua biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh suatu aktiva.
Nilai residu (sisa)
Adalah nilai suatu aktiva jika aktiva tersebut habis masa manfaatnya, ditukar dengan aktiva lain, atau dijual. Nilai ini merupakan estimasi.

Taksiran umur ekonomis
Adalah umur kegunaan (masa manfaat) dari suatu aktiva. Nilai ini merupakan taksiran berdasarkan cara-cara pemeliharaan dan kebijakan yang dianut oleh perusahaan
Metode perhitungan depresiasi :
Metode garis lurus (straight line method)
Metode jam jasa (service hours method)
Metode hasil produksi (productive output method)
Metode beban berkurang (reducing charge method)
Metode jumlah angka tahun (sum of years digits method)
Metode saldo menurun (declining balance method)
Metode saldo menurun ganda (double declining balance method)
Metode tarif menurun (declining rate on cost method)
Tetapi secara umum biasanya perusahaan menggunakan salah 1 dari banyak metode yang ada, biasanya yang digunakan adalah metode garis lurus dan metode saldo menurun karena dalam perpajakan, pajak penghasilan pasal 11, metode yang boleh dalam pelaporan pajak adalah metode garis lurus dan saldo menurun. (untik lebih jelasnya lihat peraturan atau UU pajak penghasilan pasal 11 dan penggolongan jenis – jenis harta dalam Kep. Men. Keu. No. 138/KMK.03/2002)
Metode garis lurus (straight line method)
Dalam metode ini besarnya biaya penyusutan setiap periode jumlahnya sama.
Contoh : Kendaraan dengan harga perolehan $50,000, taksiran nilai sisa $5,000 dan umur ekonomisnya ditaksir selama 4 tahun. Depresiasi tiap tahun sebesar :
HP – NR $50,000 - $5,000
Depresiasi = --------------- = ------------------------ = $11,250
UE 4

Jika dibuat dalam bentuk table adalah seperti dibawah ini :
Akhir tahun ke Biaya depresiasi (D) Akumulasi depresiasi (K) Total akumulasi depresiasi Nilai buku aktiva
$50,000
1 $11,250 $11,250 $11,250 $38,750
2 $11,250 $11,250 $22,500 $27,500
3 $11,250 $11,250 $33,750 $16,250
4 $11,250 $11,250 $45,000 $5,000
$45,000 $45,000

Metode jam jasa (servie hours method)
Metode ini biasanya digunakan untuk mesin produksi dan kendaraan. Dengan asumsi bahwa aktiva tersebut akan cepat rusak bila digunakan dengan waktu penuh. Cara menghitung depresiasi dengan metode ini kita terlebih dahulu harus menghitung tariff depresiasi per-jam mesin lalu tariff tersebut dikalikan dengan jam mesin.
Contoh : mesin dengan harga perolehan $6,000, nilai sisa $400 dengan asumsi mesin tersebut dapat digunakan selama 10,000jam depresiasi per-jam dapat dihitung dengan cara :
HP – NR $6,000 - $400
Tarif Depresiasi = --------------- = ------------------------ = $0.56/jam
n 10,000

Apabila pada tahun pertama mesin dipakai selama 2,000 jam maka biaya depresiasinya adalah = 2,000 x $ 0.56 = $1,120
Apabila dibuat dalam bentuk tabel :
Tahun Jam kerja mesin Biaya depresiasi (D) Akumulasi depresiasi (K) Total akumulasi depresiasi Nilai buku mesin
$6,000
1 2,000 $1,120 $1,120 $1,120 $4,880
2 3,000 $1,680 $1,680 $2,800 $3,200
3 3,000 $1,680 $1,680 $4,480 $1,520
4 2,000 $1,120 $1,120 $5,600 $400
$5,600 $5,600

Metode hasil produksi (productive output method)
Sama halnya dalam metode jam jasa, metode ini menggunakan hasil produksi dalam 1 periode akuntansi sebagai dasar penentuan biaya depresiasi.
Contoh : mesin dengan harga perolehan sebasar $100,000 taksiran nilai sisa $20,000 mesin ini ditaksir dapat menghasilkan 80,000 unit produk
HP – NR $100,000 - $20,000
Tarif Depresiasi = ------------ = ------------------------ = $1/unit
n 80,000
Jika pada yahun pertama mesin dapat menghasilkan sebanyak 20,000 unit maka besarnya biaya penyusutan tahun pertama adalah sebesar 20,000 unit x $1 = $20,000
Jika dibuat dalam bentuk table :
Tahun Hasil produksi (unit) Depresiasi (D) Akumulasi depresiasi (K) Total akumulasi depresiasi Nilai buku aktiva
$100,000
1 20,000 $20,000 $20,000 $20,000 $80,000
2 30,000 $30,000 $30,000 $50,000 $50,000
3 30,000 $30,000 $30,000 $80,000 $20,000
$80,000 $80,000

Metode beban berkurang (Reducing charge methods)
Dalam metode ini besarnya biaya penyusutan pada tahun pertama jumlahnya lebih besar disbanding tahun” berikutnya.
Ada 4 cara dalam menghitung biaya depresiasi dengan metode ini antara lain :
Metode jumlah angka tahun (sum of years digits method)
Didalam metode ini biaya depresiasi dihitung dengan cara mengalikan bagian pengurang (reducing) yang setiap tahunnya selalu menurun dengan harga perolehan dikurangi nilai residu.
Bagian pengurang dalam metode ini :
Pembilang =bobot (weight) untuk tahun yang bersangkutan
Penyebut = jumlah angka tahun selama umur ekonomis aktiva
Contoh : mesin dengan harga perolehan $3,000 ditaksir umur ekonomisnya 3 tahun, nilai residu $500.
Tahun Bobot (weight) Bagian pengurang
1 3 3/6
2 2 2/6
3 1 1/6
6 6/6
Maka depresiasi setiap periodenya adalah sbb:
Tahun Depresiasi (D) Akumulasi depresiasi (K) Total akumulasi depresiasi (K) Nilai buku aktiva
0 $3,000
1 3/6 x $2,500 = $1,250 $1,250 $1,250 $1,750
2 2/6 x $2,500 = $833 $833 $2,083 $917
3 1/6 x $2,500 = $417 $417 $2,500 $500

Jika aktiva mempunyai masa manfaat yang panjang maka bias digunakan rumus :
(n + 1)
JAT (jumlah angka tahun) = n (--------------------)
2

Metode saldo menurun (declining balance method)
Dalam cara ini beban penyusutan periodic dihitung dengan cara mengalikan tariff yang tetap dengan nilai buku aktiva. Tarif penyusutan dapat dicari menggunakan rumus :
T=1- √(n&█(Nilai Sisa@------@Harga Perolehan))
contoh : mesin dengan harga perolehan $100,000 residu $10,000 ditaksir umur ekonomisnya 3 tahun. Hitung penyusutan dengan metode saldo menurun!!!
T=1- ∛(█($10,000@------@$100,000))=0.536 atau 53,6 %
Langkah selanjutnya adalah dengan cara mengalikan nilai buku aktiva dengan tariff penyusutan.
Tahun Depresiasi (D) Akumulasi depresiasi (K Total akumulasi depresiasi (K) Nilai buku aktiva
0 $100,000
1 5.36% x $100,000 = $53,600 $53,600 $53,600 $46,400
2 5.36% x $46,400 = $24,870 $24,870 $78,470 $21,530
3 5.36% x $21,530= $11,530 $11,530 $90,000 $10,000

Metode saldo menurun ganda (double declining balance method)
Dengan menggunakan metode ini biaya depresiasi tiap periodenya selalu menurun. Dasar yang digunkan adalah persentasi depresiasi dengan cara garis lurus, peresentasi ini dikalikan 2 dan setiap periode dikalikan dengan nilai buku aktiva tersebut.
Contoh : mesin dengan harga perolehan sebesar $600,000 taksiran nilai sisa adalah sebesar $40,000 dan mempunyai umur ekonomis selama 4 tahun
Depresiasi dihitung tiap tahun sebesar :
HP – NR $600,000 - $40,000
Depresiasi = --------------- = ------------------------ = $140,000
UE 4
Kemudian mencari besarnya total penyusutan selama umur ekonomis yakni dengan cara mengkalikan biaya depresiasi tiap periode dengan taksiran umur ekonomis aktiva yaitu $140,000 X 4 tahun = $560,000
Langkah selanjutnya adalah mencari tariff depresiasi dengan cara :
Biaya depresiasi/periode $140,000
-------------------------------------- = --------------- = 25%
Total biaya depresiasi selama UE $560,000
Langkah terakhir adalah mengalikan tariff tersebut 2x sehingga tarifnya menjadi 25% x 2 = 50%

Jika dibuat table :
Tahun Depresiasi (D) Akumulasi depresiasi (K) Total akumulasi depresiasi Nilai buku aktiva
$600,000
1 50% x $600,000 = $300,000 $300,000 $300,000 $300,000
2 50% x $300,000 = $150,000 $150,000 $150,000 $150,000
3 50% x $150,000 = $75,000 $75,000 $75,000 $75,000
4 50% x $75,000 = $37,500 $37,500 $37,500 $37,500






Daftar Pustaka
Baridwan, Zaki. Intermediate Accounting. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. 1994
Kieso, Donald E. dan Jerry J. Weygandt. Intermediate Accounting 8th Edition. New York: John Willey & Sons, 1995

0 comments:

Poskan Komentar