Sabtu, 12 September 2009

Candlestick

Candlestick

Bentuk-bentuk Candlestick

Candlestick adalah metode yang dikembangkan oleh Homma Munahesa pada abad ke 16 di Jepang. Sedangkan orang yang mempopulerkan grafik candlestick di dunia barat yaitu Steven Nison. Grafik candlestick menampilkan harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan. Berikut ini bentuk-bentuk dasar dari candlestick:

1. White candle adalah sinyal bullish, ini terjadi ketika harga pembukaan berada di dekat harga terendah dan harga penutup berada di dekat harga tertinggi, sedangkan panjang bodi mencerminkan jarak pergerakan harga.

2. Black candle adalah sinyal bearish dimana harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan.

3. Long lower shadow adalah sinyal bullish, harga setelah pembukaan lebih rendah tetapi ketika akhir perdagangan harga bergerak mencapai ke titik tertinggi dan ketika penutupan harganya lebih tinggi dibandingkan harga pembukaan, semakin jauh shadow maka sinyalnya semakin kuat.

4. Long upper shadow adalah sinyal bearish, yaitu harga setelah pembukaan lebih tinggi tetapi akhir perdagangan harga bergerak mencapai ke titik terendah dan penutupan harganya lebih rendah dibandingkan harga pembukaan, semakin jauh shadow maka sinyalnya semakin kuat.

5. Hammer adalah sinyal bullish, jika terjadi setelah downtrend maka pola reversal akan terjadi. Palu di gambarkan oleh badan yang kecil, yaitu jangkauan pendek antara harga pembuka dan harga penutup, dan garis yang panjang (gagang palu) adalah harga terendah selama sesi perdagangan, semakin panjang gagang palu tersebut maka sinyalnya semakin kuat.

6. Inverted hammer adalah sinyal pembalikan dari suatu trend tetapi mesti di konfirmasi dahulu oleh candlestick selanjutnya.

7. Spining top white adalah candlestick dengan ekor atas dan ekor bawa yang panjang serta body yang kecil, real body yang kecil menunjukkan suatu pergerakan kecil dari awal pembukaan sampai penutupan sesi, ekornya mengindentifikasikan bahwa bulls dan bears sedang aktif ‘bertarung’ selama sesi trading, saran terbaik yaitu menjauhkan diri sementara dari market dan menunggu konfirmasi candlestick selanjutnya.

8. Spining top black adalah candlestick dengan ekor atas dan ekor bawa yang panjang serta body yang kecil, real body yang kecil menunjukkan suatu pergerakan kecil dari awal pembukaan sampai penutupan sesi, ekornya mengindentifikasikan bahwa bulls dan bears sedang aktif ‘bertarung’ selama sesi trading, saran terbaik yaitu menjauhkan diri sementara dari market dan menunggu konfirmasi candlestick selanjutnya.

9. Doji adalah candlestick tanpa real body, doji mengindikasikan kekuatan beli dan kekuatan jual sama kuatnya dan dapat menjadi tanda bahwa awal perubahan pada trend sudah akan terjadi. Doji yang terbentuk secara sendiri tidaklah cukup untuk memberikan tanda-tanda adanya reversal sehingga dibutuhkan konfirmasi selanjutnya.

10. Long legged doji adalah candlestick yang mirip dengan doji tetapi ekor atas dan ekor bawah lebih panjang dari doji untuk ukurun persentase perbedaan panjangnya tidak ditentukan tergantung pandangan masing-masing investor, long legged doji yang terbentuk mengindikasikan bahwa nilai harga diperdagangkan setara ke atas dank e bawah dengan sesi level pembukaan, namun akhirnya nilai harga tersebut ditutup hamper sama dengan nilai harga pembukaannya.

11. Dragonfly doji adalah candlestick yang berbentuk huruf “T” dengan ekor bawah yang panjang tanpa ekor atas. Dragonfly doji terbentuk jika harga pembukaan, harga tertinggi, dan harga penutupan adalah sama, sementara harga terendahnya membentuk ekor yang panjang dibawahnya. Jika pada downtrend setelah penurunan yang berlangsung lama dan membentuk candlestick hitam dan panjang, lalu diikuti terbentuknya dragonfly doji dapat memberikan sinyal awal akan terjadinya bullish reversal (pembalikan ke atas), namun sebaliknya jika setelah up trend yang berlangsung cukup lama membentuk candlestick putih dan panjang lalu diikuti dragonfly doji maka memberikan sinyal awal akan adanya bearish reversal (pembalikan ke bawah). Untuk menentukan situasi bearish atau bullish memerlukan konfirmasi lebih lanjut sesudah pola dragonfly doji terbentuk.

12. Gravestone doji adalah candlestick yang berbentuk huruf “T” terbalik, untuk konfirmasi sinyal yang dihasilkan sama dengan candlestick dragonfly doji.

13. Marubozu white adalah candlestick yang terbentuk secara penuh serta panjang (tidak mempunyai ekor atas dan ekor bawah), marubozu white menunjukkan harga pembukaannya adalah sama dengan harga terendahnya dan harga penutupannya adalah sama dengan nilai harga tertingginya. Marubozu white mengindikasikan dominant bullish trade sehingga trend cenderung bullish.

14. Marubozu black adalah candlestick yang terbentuk secara penuh serta panjang (tidak mempunyai ekor atas dan ekor bawah), marubozu black menunjukkan harga pembukaannya adalah sama dengan harga tertingginya dan harga penutupannya adalah sama dengan nilai harga terendahinya. Marubozu black mengindikasikan dominant bearish trade sehingga trend cenderung bearish.

Pola-pola reversal pattern dalam candlestick

Pola-pola reversal pattern, merupakan pola bentuk candlestick berkelompok dengan minimum terdiri dari 3 batang candle. Pola ini terbentuk dengan sebuah atau sekelompok candle hitam atau putih yang terbentuk pada hari pertama atau beberapa hari berurutan, pola-pola ini terbagi menjadi 2 yaitu bullish pattern dan bearish pattern. Terbentuknya pola candle yang mengindikasikan pola pembalikan trend atau reversal dengan berbagai bentuk (bisa berupa hammer, doji, marubozu dan lain-lain) pada dasar dari penurunan/kenaikan harga pada hari-hari sebelumnya. Setiap pola yang terbentuk mempunyai tingkat kehandalan sinyal yang berbeda-beda, mulai dari tingkat kehandalan tinggi, menengah, dan rendah. Berikut ini ilustrasi gambar pola-pola candlestick dalam bullish pattern dan bearish pattern:

0 comments:

Posting Komentar