Sabtu, 10 Oktober 2009

Sejarah Analisis Teknikal

Sejarah analisis teknikal diawali pada akhir abad 19 awal abad 20 ketika Charles Henry Dow, bapak analisis teknikal mengeluarkan beberapa panduan prediksi harga dengan menggunakan informasi yang tersimpan pada pergerakan harga saham dimasa lalu. Pada tahun 1979 Charles Henry Dow pertama kali menjadi reporter majalah finansial di New York Amerika Serikat. Setelah bekerja beberapa tahun menjadi reporter, pada tahun 1882 bersama dengan Edward D Jones mendirikan majalah sendiri. Pada tahun 1884 Charles Henry Dow memperkenalkan indeks bursa saham yang pertama Railroad Average (indeks kereta api). Disebut itu karena sebagian besar saham perusahaan kereta api. Pada tahun 1896 dia menerbitkan indeks baru yang disebut Industrial Average yang terdiri dari saham yang paling spekulatif di bursa. Indeks inilah yang kemudian dikenal dengan nama Dow Jones Industrial Average (DJIA).
Selama berada di New York itulah Charles Henry Dow menerbitkan beberapa pedoman melakukan analisis terhadap pergerakan harga saham. Pedoman tersebut kemudian dikenal sebagai Dow Theory yang merupakan landasan pertama bagi analisis teknikal.
Teori ini mengatakan bahwa ”mayoritas saham bergerak sejalan dengan bursa secara keseluruhan.” Jika bursa bergerak naik, mayoritas saham akan bergerak naik juga, dan sebaliknya jika bursa bergerak turun maka mayoritas saham juga bergerak turun juga.
Prinsip yang terkandung dari Teori Dow tersebut adalah :
1. The Average Discount Everything
Prinsip ini mengatakan bahwa ”segala sesuatu yang mempengaruhi pergerakan di pasar sudah tercermin di Average pasar atau indeks pasar.”
2. The Market Has Three Trends
• Primary Trend (Major Trend)
Trend yang berjangka waktu 1 tahun sampai dengan 2 tahun atau lebih
• Secondary Trend
Trend yang berjangka waktu 3 minggu sampai dengan 6 bulan atau lebih. Trend ini disebut juga korelasi, karena trend ini menunjukan sinyal akan terjadinya perubahan.
• Minor trend (trend jangka pendek)
Trend yang berjangka waktu 1 minggu sampai dengan 3 minggu..
3. Major Trends Have Three Phases
• Tahap akumulasi, tahap ini pelaku pasar yang menerima informasi lebih dahulu atau pelaku pasar yang menerima informasi bersifat privat melakukan pembelian.
• Uptrend phase yaitu tahap dimana para pelaku pasar yang menggunakan analisis teknikal mulai mengikuti karena adanya trend harga yang terbentuk dipasar.
• Tahap dimana trend yang terbentuk diketahui publik dan para pelaku pasar yang melakukan pembelian mulai melepas posisi yang dibuat ditahap akumulasi untuk merealisasi keuntungan.
4. The Average Must Confirm Each Other
Charles Henry Dow memperkenalkan dua buah indeks yaitu Railroad average dan Industrial Average. Dia yakin bahwa terbentuknya satu trend harus dikonfirmasi oleh dua buah indeks tersebut.
5. Volume Must Confirm the Trend
Volume transaksi yang ada dipasar mengkonfirmasi terjadinya trend. Jika terjadi trend naik maka harga naik volume penjualan juga naik dan sebaliknya.
6. A Trend is Assumsed to be In Effect Until It Gives Difine Signal that It Has Reverse
Satu trend tertentu dianggap masih berlangsung terus sampai dengan terdapat tanda atau sinyal bahwa trend tersebut akan berubah.

0 comments:

Posting Komentar